Neni Sukaningsih, Ibu Guru SMPN 1 Ciwaru yang Ditemukan Meninggal, Dikenal Agamis dan Ramah - Kuningan Religi

Breaking



Senin, 11 April 2022

Neni Sukaningsih, Ibu Guru SMPN 1 Ciwaru yang Ditemukan Meninggal, Dikenal Agamis dan Ramah


KUNINGAN - Duka mendalam dirasakan para tetangga Almarhumah Neni Sukaningsih (56 tahun), warga Dusun Kahuripan 2 RT 003/005 Desa/Kecamatan Ciwaru, yang meninggal dunia di dalam rumahnya dengan kondisi telungkup dan ada bercak darah di sekitar wajahnya, pada Ahad (10/4) siang.

Para tetangga korban menilai keseharian Ibu Guru SMPN 1 Ciwaru ini sebagai sosok yang agamis, religius dan ramah kepada tetangga sekitar rumahnya.


"Iya Ibu Neni ini dikenal agamis, religius, suka pergi ke masjid untuk beribadah. Bahkan kepada tetangga pun sangat baik," ujar Arbi, tetangga korban, saat dikonfirmasi KR melalui sambungan seluler.

Baca juga:

Menurutnya, sebelum ditemukan meninggal, Almarhumah tinggal seorang diri di rumahnya, karena sudah lama ditinggal wafat Sang Suami.

Diceritakannya, pada Ahad (10/4) siang sekira pukul 13:00 WIB, tetangga korban yang suka bekerja membantu pekerjaan rumah Ibu Guru ini, Ibu Ratna (Ceu Erat) sedang menjemur kasur di halaman rumah korban.

"Saat pukul 15:00 WIB diketahui kasur yang dijemur ini belum diangkat ke dalam rumah. Saat dipanggil-panggil oleh Bu Erat, korban tidak menyahut," katanya.

Baca juga:

Karena penasaran, imbuhnya, Bu Erat melihat ke dalam rumah namun terkunci. Akhirnya setelah bisa masuk ke dalam rumah, pembantunya ini terkejut melihat korban sudah tergeletak di lantai dengan bercak darah di sekitar tubuhnya.

"Iya yang menemukan korban pertama kali adalah Bu Erat ini," tandasnya.

Hingga kini, perihal penyebab kematian Ibu Guru SMPN 1 Ciwaru ini belum dipastikan. Sebagian warga sekitar menduga korban terjatuh karena diketahui memiliki riwayat gejala limbung atau kehilangan keseimbangan akibat penyakit darah tinggi yang diidapnya.


Sebagian lainnya, menduga korban dianiaya sehingga hilang nyawanya, karena ada sarung yang melilit kaki korban dan bercak darah di lantai.

Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian Resor Kuningan terkait kepastian kronologi maupun penyebab kematian korban. (Nars)