KUNINGAN - Aksi orang-orang jahat di sekitar kita terus berkembang modusnya seiring perkembangan teknologi. Kali ini modus yang dilakukan para pelaku adalah dengan meminta transfer pulsa kepada pengusaha konter.
Pelaku berbuat seolah dirinya adalah teman Si Pemilik Konter pulsa/hp. Dengan menggunakan flatform perpesanan whatsapp, pelaku mengirim pesan pada pemilik konter untuk meminta dikirim pulsa pasa nomor tertentu.
Untuk meyakinkan si pemilik konter pulsa, pelaku memasang foto profil teman pemilik konter pada akun whatsappnya. Agar bisa segera dikirim pulsa, pelaku mengirim foto bukti transfer uang pada pemilik konter. Seolah pelaku telah mengirimkan sejumlah uang pada rekening pemilik konter, padahal bukti transfer uang tersebut diduga adalah hasil editan digital.
Nurholis (29 tahun) warga Blok Pasapen, Kuningan, mengaku telah dirugikan sekitar Rp 1 jutaan oleh orang tak dikenal akibat mengirim pulsa dengan bukti transfer uang palsu.
"Awalnya pada Selasa (09/03) sebelum Maghrib, saat Saya lagi sibuk membuat laporan penjualan. Ada yang ngirim pesan via WA, dengan nama dan foto profil Kang Hamdan, teman Saya," tutur Holis, panggilannya, pada kuninganreligi.com, Rabu (10/03).
Lalu, orang yang mengirim pesan itu meminta dikirim pulsa dengan alasan akan dibayar melalui transfer rekening m-banking.
"Karena Saya lagi sibuk, maka Saya tidak sadar bahwa bukti transferan yang dikirim orang itu via WA adalah editan. Saya langsung kasih-kasih saja pulsanya dengan nominal dan nomor yang berbeda-beda," ungkapnya.
Bahkan, untuk meyakinkan Holis, si peminta pulsa pura-pura meneleponnya walaupun hanya panggilan tak terjawab.
"Dan anehnya, Ia seolah tahu bahwa saat itu Saya memang sedang sibuk bikin laporan. Dan sewaktu di perjalanan pulang pun Ia menelepon Saya, namun tak terjawab," ujar Holis.
PMB FAHUTAN UNIKU KLIK DI SINI
![]() |
Kampus Fahutan Uniku |
Ketika sampai di rumah, Holis baru sadar bahwa bukti transferan yang dikirim orang tersebut ternyata bodong alias palsu, hasil editan digital.
Dan ternyata saat dikonfirmasi ke Hamdan, temannya tersebut tidak merasa minta pulsa kepadanya.
Dari kejadian itu, Holis merasa dirugikan dan mewanti-wanti kepada para pemilik konter pulsa agar berhati-hati saat mengirimkan pulsa melalui transfer.
"Iya Kang mohon dibantu sebarkan, agar para penipunya bisa segera terlacak dan ditangkap. Kasihan jika ada korban lainnya," kata Holis.
Terpisah, Hamdan, warga Desa Jambar, Kecamatan Nusaherang, saat dikonfirmasi KR membenarkan bahwa telah terjadi aksi pencatutan namanya untuk mengelabui rekannya dengan modus meminta pulsa.
"Iya foto Saya diambil untuk mengelabui teman melalui aplikasi Whatsapp," ujarnya melalui sambungan selular.
Di beberapa grup percakapan Whatsapp, Hamdan menyebarkan bukti percakapan orang tak dikenal tersebut dengan pemilik konter yang ditipunya.
"Maaf, jika ada yang mengatasnamakan Hamdan Putra dengan nomor hp 08215490****, agar tidak ditanggapi.Itu nomor oknum yang mengatasnamakan Saya dan mencuri foto profil Saya," ungkapnya.
Dari bukti-bukti aksi dugaan penipuan dengan modus minta pulsa tersebut, terlihat pelaku menggunakan berbagai metode transfer uang, agar korbannya bisa percaya padanya.
Di antara bukti transfer tersebut ada yang melalui ATM, M Banking bahkan ada foto uang kas yang akan diberikan saat pulsa sampai kepadanya. (Nars)