Tersebar Penipuan Mengatasnamakan BRI, Pimpinan BRI Kantor Cabang Kuningan Jelaskan Begini - Kuningan Religi

Breaking



Rabu, 24 Agustus 2022

Tersebar Penipuan Mengatasnamakan BRI, Pimpinan BRI Kantor Cabang Kuningan Jelaskan Begini

Kantor BRI Cabang Kuningan 

KUNINGAN - Pimpinan Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Kuningan, Ivan Abdul Latif menghimbau masyarakat Kabupaten Kuningan untuk tetap waspada terhadap segala bentuk upaya penipuan yang dilakukan orang tak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan BRI.

Hal itu dikatakan Ivan saat dikonfirmasi kuninganreligi.com perihal adanya broadcast melalui aplikasi WhatsApp yang mengatasnamakan Bank Rakyat Indonesia pusat.


Pada broadcast yang diterima kuninganreligi.com, Selasa (24/8) kemarin tertulis perihal pemberitahuan perubahan layanan BRI.

"Mulai nanti malam pergantian hari & tanggal ada perubahan tarif transaksi per bulan," tulis broadcast tersebut.

Kemudian, pesan tersebut juga menuliskan, tarif lama Rp 6.500 / transaksi diubah menjadi tarif baru Rp 150.000 / bulan (auto debit unlimited transaksi). 

Broadcast penipuan yang mengatasnamakan BRI Pusat

"Skema perubahan tarif dalam tahap percobaan u/ 6 bulan kedepan," tulis pesan itu.

Di akhir broadcast pesan melalui nomor hp +62 813-6890-4167 ini meminta kuninganreligi.com memilih 2 opsi untuk menyetujui atau tidak perubahan tarif transaksi ini.

Dalam gambar surat yang dilampirkan pada broadcast tersebut, nampak tertera kepala surat mengatasnamakan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK yang beralamat di Gedung 1 Jalan Jenderal Sudirman, Bendungan Hilir, Tanah Abang Jakarta Pusat.

Di akhir surat tertanggal 06 Agustus 2022 ini nampak tanda tangan yang mengatasnamakan  Ka.Unit, Amri Firdaus dan CS KUR, Siti Safitri, lengkap dengan capnya.

Sementara Pinca Kantor BRI Kuningan, Ivan Abdul Latif, saat dikonfirmasi kuninganreligi.com memastikan bahwa broadcast tersebut fix penipuan.

"Mohon dilihat itu di Kepala Suratnya tertera Kantor Pusat, tapi di bawahnya yang tanda tangan adalah Ka Unit dan CS KUR. Dari situ saja sudah jelas keliru," kata Ivan.


Diterangkannya, jika surat itu dari Kantor Pusat, tentu yang menandatangani adalah Direktur Utama, bukannya Kepala Unit dan CS KUR.

"Mohon kepada masyarakat Kuningan agar waspada terhadap segala bentuk upaya penipuan yang mengatasnamakan BRI. Cek dulu kebenaran semua informasi dari BRI melalui kantor BRI terdekat," ujarnya. (Nars)