KUNINGAN - Sejumlah 8 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertiwi Kabupaten Kuningan yang sedang melakukan pendakian menuju puncak Gunung Ciremai, pada Sabtu (15/1) sempat dikabarkan hilang. Mereka, pada Sabtu siang tidak dapat dihubungi melalui sambungan seluler.
Informasi tersesatnya 8 pelajar SMK Pertiwi ini sempat ramai di media percakapan publik warga Kuningan.
Saat kuninganreligi.com menghubungi petugas yang biasa berada di posko pendakian, yang juga pegawai BPBD Kuningan, Sandi Baron, Ia membenarkan bahwa 8 pelajar tersebut sempat hilang kontak.
"Kita dapat informasi bahwa kedelapan pelajar ini sempat hilang kontak dan diduga tersesat dari jalur pendakian, " ungkapnya.
Sebelum hilang kontak, keberadaan mereka diketahui terakhir di Pos Sanggabuana (2500 mdpl). Namun, kata Baron, diduga saat melanjutkan pendakian mereka keluar jalur dan tersesat.
"Salah seorang pembina mereka pun tidak bisa melakukan kontak. Namun terakhir, ada salah seorang dari pelajar tersebut yang mengirim voice-note memberitahukan keberadaan mereka sudah aman, " paparnya.
Saat ini, para pelajar tersebut dikabarkan sudah kembali ke jalur pendakian. Namun, dari keterangan yang dihimpun, mereka akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakian karena melihat kondisi cuaca yang buruk dan tidak memungkinkan.
"Saat ini mereka aman dan sedang kembali turun, " ujarnya.
Terpisah, dari voice-note yang dikirimkan seorang pelajar tersebut didapatkan informasi, bahwa mereka saat merekam voice-note tersebut sudah berada di Pos Batu Lingga jalur pendakian Linggajati.
"Saat ini kami sudah berada di Pos Batu Lingga, berita kita tersesat itu hoaks, kita Alhamdulillah selamat. Sekarang sedang otewe turun mengingat cuaca yang tidak memungkinkan (untuk meneruskan pendakian), " kata pelajar yang belum diketahui namanya itu dalam voice-note yang dikirimnya. (Nars)