KUNINGAN - Sejumlah 12 Anggota Komisi 2 DPRD Kuningan mengumpulkan uang (patungan-red) untuk ikut membantu warga Kabupaten Kuningan yang sangat membutuhkan bantuan pangam di tengah kondisi pandemi Covid-19. Uang hasil patungan dan ditambah dengan uang kas Komisi 2 akhirnya bisa dibelikan sejumlah paket sembako dan bahan pangan lainnya yang langsung dibagikan pada mereka yang membutuhkan.
Terpantau pada Ahad (05/04/2020), sekira enam orang perwakilan Anggota Komisi 2 DPRD Kuningan langsung terjun ke lokasi pembagian paket sembako hasil patungan mereka di beberapa desa.
Keenam anggota dewan tersebut, diantaranya Ketua Komisi 2 yang juga anggota Fraksi Gerindra Bintang, Julkarnaen, Ketua Fraksi PAN DPRD Kuningan, H Udin Kusnedi, Susanto (F-PKB), Rana Suparman (F-PDIP), Yaya (F-PKS) dan Toto Tohari (F-Gerindra).
Mulai Ahad pagi mereka berangkat dari gedung DPRD dengan mengendarai sepeda motor ke desa-desa tujuan pembagian sembako.
"Kegiatan ini berjudul Wisata Sosial yang murni inisiasi teman-teman dewan. Selain untuk memberikan bantuan, juga untuk mengajak warga agar bisa mematuhi himbauan pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19, " terang Julkarnaen.
Untuk Dapil 5, dikatakannya. pihaknya mengambil Desa Sindangjawa, Kecamatan Kadugede, sebagai lokasi pembagian bantuan. Kemudian di Dapil 1, diambil lokasi di Desa Pasiragung, Kecamatan Hantara, dan Desa Ciniru, Kecamatan Ciniru.
Proses pembagian bantuan tersebut terpantau dilaksanakan tertib dan tidak ada kerumunan massa. Para anggota legislatif yang turun langsung membagikan secara simbolis pada tokoh setempat dan tidak berlama-lama di lokasi.
"Kami tetap menghormati himbauan Social Distancing dan menghindari kerumunan massa. Waktu pembagian sembako ini pun tidak lama, sesudahnya kami langsung pulang, " imbuh Julkarnaen.
Di lain pihak, Kepala Desa Sindang Jawa, Kecamatan Kadugede, Oom Komariyah mengaku gembira dan bersyukur karena sebagian warganya yang tidak mampu bisa mendapat bantuan dari Anggota Komisi 2 DPRD Kuningan itu.
"Akan kami salurkan pada para janda dan lansia tidak mampu, " kata Oom.
Ketika memberikan bantuan di lokasi Hunian Sementara (Huntara) di Desa Ciniru, para anggota Legislatif tersebut mendaoat aspirasi dari warga penghuninya. Warga Huntara meminta agar pemerintah segera bisa menempatkan mereka di hunian tetap karena sudah terllau lama mereka berada di Huntara tersebut.
"Kami sangat prihatin, mereka mengaku sudah dua tahun enam bulan di sini. Kita akan bahas terkait nasib mereka ini di gedung dewan bersama anggota lainnya, " tukas Julkarnaen.
Sebagai informasi, ratusan kepala keluarga yang menghuni Huntara di Desa Ciniru ini merupakan warga Desa Pinara yang terdampak bencana pergerakan tanah dan longsor dua tahun lalu. Karena desa mereka rawan pergerakan tanah, pemerintah melarang mereka untuk tinggal di desanya.
Pemerintah memindahkan mereka di lokasi Hunian Sementara di Desa Ciniru tersebut. (Nars)