TOKOH MEDIA MASSA YANG WAFAT ITU PITUIN KUNINGAN - Kuningan Religi

Breaking



Kamis, 07 Juni 2018

TOKOH MEDIA MASSA YANG WAFAT ITU PITUIN KUNINGAN




BANDUNG - Dunia jurnalistik Jawa Barat kehilangan seorang tokoh yang telah banyak memberikan sumbangsih positif untuk perkembangan dunia media massa, khususnya pertelevisian.
Dede Mulkan, pria nyentrik, murah senyum kelahiran Kuningan, 2 September 1965, menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (07/06/2018) sekira pukul 11:50 WIB, di rumah duka, Jalan Panyawangan 5 No. 4, Ujung Berung, Bandung.

Dede meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit stroke yang dideritanya sejak tahun 2015. Dede sempat dirawat di RS Al Islam Bandung, saat kondisi kesehatannya semakin menurun. Meski sempat mengalami perkembangan, namun rupanya Tuhan berkehendak lain.

Semasa hidupnya, sosok Dede secara totalitas memberikan banyak peran pada dunia jurnalistik Jawa Barat. Bahkan, tahun 2016 lalu, Dede sempat mendapatkan penghargaan Lifetime Achievement dari KPID Jawa Barat Award, karena dedikasinya terhadap kemajuan dunia media massa, khususnya Televisi.

Pria pituin Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan ini juga banyak melahirkan sosok wartawan profesional berkat bimbingannya. Dede yang juga Dosen di Program Studi Ilmu Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung ini, tidak sedikit membuat buku dan artikel tentang ilmu jurnalistik bagi para awak media sebagai bahan rujukan.

Di Kuningan khususnya, Pria berusia 52 tahun ini, pun pernah mendapatkan penghargaan dari Pemkab Kuningan, sebagai wartawan senior, saat menjadi mentor dalam acara seminar jurnalistik bagi pewarta liputan Kuningan, lima tahun silam.

Seperti yang diungkapkan kerabatnya, Cecep Wijaya Sari, almarhum meninggalkan satu orang istri, Eli Marliana dan tiga anak, yakni Irfan Marfiandi, Ilham Septiandi dan Intan Khairunnisa. Almarhum dimakamkan di TPU Nagrok, Ujungberung, Kota Bandung, Kamis 07 Juni 2018.

" Sebagai wartawan baru di dunia media massa, Saya yang masih membutuhkan bimbingan ini, sangat merasa kehilangan sosok Pak Dekan (sapaan akrab Dede Mulkan). Beliau selalu membimbing saya dalam setiap pertemuan, saat pulang ke kampung halamannya di Kuningan, " ujar Nanang Subarnas, penulis berita di media online www.kuninganreligi.com.

Selamat jalan Pak Dekan, sumbagsihmu untuk dunia media massa Indonesia, akan terus terukir selamanya. (Ries)