Foto dugaan pemukulan demonstran dan surat permohonan audiensi yang dilayangkan PD Pemuda Muhammadiyah Kuningan pada Rabu (16/12) malam |
KUNINGAN -Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kuningan, Kamis (16/12) malam mempublikasikan beberapa foto yang menujukan bukti adanya dugaan pemukulan terhadap mahasiswa oleh oknum petugas kepolisian Polres Kuningan pada saat mereka menggelar aksi di Gedung DPRD Kuningan.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan PC IMM Kuningan di Gedung DPRD ini adalah dalam rangka mempertanyakan kenaikan tunjangan pimpinan dan anggota DPRD Kuningan.
Menindaklanjuti dugaan pemukulan oleh oknum polisi ini, PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kuningan berencana mendatangi Mapolres Kuningan pada Jum'at (17/12) besok untuk beraudiensi.
Dalam surat permohonan audiensi yang dipublikasikan Kamis malam, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah, Saddam Husein, mengatakan bahwa aparat kepolisian pada hakikatnya bertugas untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.
Baca Juga
Oknum Polisi Diduga Pukul Demonstran, PD Pemuda Muhammadiyah Kuningan Beri Keterangan Begini
"Termasuk di dalamnya, dalam rangka pengamanan dan penanganan aksi unjuk rasa, " tulis Saddam dalam suratnya.
Menurut dia, aparat kepolisian seyogyanya menggunakan pendekatan persuasif dan menghindari cara-cara represif dalam menangani aksi demonstrasi. Mengingat, hal tersebut merupakan hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi.
Melihat suasana agenda unjuk rasa yang digelar PC IMM Kuningan pada Kamis siang di halaman Gedung DPRD Kuningan, pihaknya mengindikasikan satu dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan oleh (oknum) aparat kepolisian dalam penanganan aksi tersebut.
"Maka kami berencana menggelar audiensi di Mapolres Kuningan, pada Jum'at besok untuk mengawal dan mempertanyakan SOP aparat kepolisian dalam penanganan aksi demonstrasi, " ungkap Saddam.
Mengawali audiensi tersebut, direncanakan titik kumpul PD Pemuda Muhammadiyah ini adalah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kuningan.
Sebelumnya diberitakan, menanggapi adanya tudingan pemukulan oleh oknum petugas kepolisian, Kapolres Kuningan, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, melalui Kasubag Humas, Iptu Carsa, menjelaskan pihaknya belum bisa memberikan keterangan. Hal ini karena pihaknya masih melakukan pengumpulan fakta-fakta di lapangan, apakah benar telah terjadi pemukulan tersebut.
"Kita memang sudah menerima surat dari PD Pemuda Muhammadiyah untuk audiensi besok. Namun untuk keterangan (dugaan) pemukulan itu, kita masih melihat bukti dari foto-foto dan video rekaman aksi di lapangan, " jelasnya. (Nars)