KUNINGAN - Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Kuningan (Uniku) tahun 2020 difokuskan pada pengembangan produk-produk UMKM di desa-desa yang tersebar di seluruh Kuningan. Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat Uniku, Oding Syafrudin, bahwa ada sekira 61 desa di 20 kecamatan se-Kuningan yang menjadi tempat KKN Tematik Kewirauhasaan Mahasiswa Uniku tahun ini.
"Dalam pelaksanaannya, KKN ini digelar 70 persen secara daring dan 30 persen secara tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, " ujarnya dalam laporan panitia KKN Uniku Expo Tahun 2020, yang digelar di Student Center Iman Hidayat, pada Kamis (03/09/2020).
Untuk mempublikasikan produk hasil KKN mahasiswa Uniku ini, pihaknya menggelar pameran potensi desa secara daring selama sepekan, 1-7 September 2020. Sedangkan untuk gelar pameran hasil KKN berbasis potensi desa secara luring, digelar dalam KKN UNIKU Expo Tahun 2020, tanggal 03/09/2020.
KKN Uniku tahun 2020, menurutnya merupakan salah satu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana mahasiswa harus menjadi agen of change, untuk mengabdi pada masyarakat dalam pengembangan potensi yang ada di desa.
"Kegiatan KKN sendiri adalah pemberdayaan masyarakat di masa Pandemi Covid-19 melalui digitalisasi produk unggulan desa.
Sementara, Rektor Uniku, Dikdik Harjadi, berharap agar KKN tahun ini bisa jadi ajang promosi potensi desa, dan dapat menumbuhkan produk-produk unggulan desa yang diolah secara kreatif dan inovatif dari hasil pembinaan mahasiswa KKN di masyarakat.
"Tujuan KKN ini ke depan bisa menjadi media promosi tentang potensi desa di lokasi KKN. Dari promosi potensi desa ini diharapkan ada komunikasi antara pemerintah daerah, masyarakat, investor, dan pihak yang berkepentingan lainnya, " ujarnya.
Di tengah kondisi pandemi yang penuh keterbatasan ini, pihaknya bersyukur, KKN mahasiswanya bisa terlaksana untuk memberikan yang terbaik selain untuk tugas akademik, sekaligus berkontibusi positif bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
"Untuk ke depan kita akan fokuskan KKN di lokasi yang tetap selama tiga tahun ini, agar hasilnya benar-benar maksimal bisa diperoleh. Tahun pertama, tahun lalu, kita fokuskan pada penggalian potensi produk unggulan desa, " tandas Dikdik.
Diterangkan, KKN Tematik Kewirausahaan ini diselenggarakan berkat kerjasama Uniku dengan USAID. KKN tahun 2020 ini adalah tahin kedua, dengan fokus kegiatan digitalisasi produk yang telah diidentifikasi dan digali sebelumnya, agar ada kesinambungan.
"Sehingga hasil KKN ini benar-benar ada output yang nyata dan tidak hilang begitu saja. Hingga tahun 2021 akan tetap fokus di desa yang sama, " ungkapnya.
Di lain pihak, Asda 2 Setda Kuningan, Deni Hamdani, menyambut baik upaya Uniku dalam menggali, mengembangkan, mengenalkan dan memasarkan produk-produk unggulan desa di Kuningan.
"Semoga dengan kegiatan ini kita semakin cinta pada daerah Kuningan ini. Karena sebenarnya banyak potensi di Kuningan ini yang belum maksimal dikembangkan dan dipasarkan lebih jauh," kata Deni.
Kegiatan KKN ini, ujarnya, sejalan dengan visi Kabupaten Kuningan, yakni Kuningan Maju berbasis desa, yang juga bertujuan menggali potensi desa menjadi desa-desa unggulan di masa yang akan datang.
Terpantau, dalam kegiatan KKN Uniku Expo 2020 itu, ratusan produk unggulan dari 61 desa di Kuningan mendapat apresiasi pengunjung. Selain mencoba beberapa produk, pengunjung pun tertarik untuk membeli, bahkan mempromosikan lebih lanjut ke dunia luar, melalui ekspose di media sosial.
Produk-produk unggulan desa tersebut, selain berupa makanan, juga berupa produk alat rumah tangga dan kerajinan tangan lainnya. (Nars)