![]() |
Ilustrasi |
KUNINGAN - Hanyen Tenggono, yang baru-baru ini mengundurkan diri dari Partai Gerindra, diisukan telah bertemu dengan petinggi DPC PDIP Kuningan pada Sabtu (27/05/2023) malam.
Menurut informasi terhimpun, pertemuan antara mantan kader Partai Gerindra dengan Ketua DPC PDIP Kuningan, Acep Purnama, berlangsung lebih dari 1 jam di Mudita Resto Kompleks Sangkan Aqua Park.
Entah apa yang dibahas pada pertemuan tersebut. Sejak isu pertemuan Acep-Hanyen ini, spekulasi tentang kemungkinan Hanyen pindah kendaraan politik semakin merebak.
Bahkan, dari isu yang terdengar pasca pertemuan Acep-Hanyen ini, Hanyen Tenggono diminta PDIP untuk bergabung sebagai kader dan Bacaleg yang disiapkan untuk DPRD Propinsi Jabar dari Dapil Jabar XIII.
Jika benar terjadi, Hanyen akan bersaing atau bahkan menjadi pendongkrak suara untuk PDIP membantu Istri Ketua DPC PDIP Kuningan, Ika Acep Purnama yang sudah lebih dulu didaftarkan sebagai Bacaleg DPRD Propinsi Jabar dari Dapil Jabar XIII.
Sebelumnya, mantan Bacaleg DPRD Kuningan ini mencuri perhatian publik karena mundur dari Partai Gerindra sekaligus dari pencalonan dirinya pada Sabtu (27/05) siang.
Pengunduran diri Hanyen dari Partai Gerindra menjadi sorotan di kalangan masyarakat yang rajin mengamati dunia perpolitikan di Kabupaten Kuningan. Pertemuan Hanyen dengan petinggi DPC PDIP Kuningan semakin memicu spekulasi mengenai arah langkah politiknya selanjutnya.
Belum ada pernyataan resmi dari Hanyen Tenggono mengenai hal sebenarnya yang dibahas dengan Ketua DPC PDIP di resto yang dikelolanya tersebut.
Namun, beberapa pengamat politik menduga bahwa pertemuan tersebut merupakan tanda kuat bahwa Hanyen berencana untuk bergabung dengan PDIP ataupun dipinang oleh partai berlogo kepala banteng ini.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sendiri dikenal sebagai salah satu partai politik yang memiliki basis yang kuat di Kabupaten Kuningan. Bergabung dengan PDIP disebut-sebut dapat memberikan manfaat strategis bagi seorang politisi seperti Hanyen Tenggono.
Namun, wajar jika spekulasi semacam ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Beberapa orang memandang langkah Hanyen sebagai tindakan politik yang tidak konsisten, sementara yang lain melihatnya sebagai upaya yang wajar dalam mencari ruang politik yang lebih baik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons dari pihak Hanyen maupun dari DPC PDIP Kuningan. (Nars)