![]() |
Upaya pencarian korban hanyut di Sungai Sisinduk ke Sungai Cisanggarung hari keempat belum mendapatkan hasil (foto: BPBD Kuningan) |
KUNINGAN - Meski hingga hari ke-4 upaya pencarian korban hanyut terseret arus Sungai Sisinduk belum juga menampakkan hasil, kegigihan Tim Explore Search And Rescue (ESAR) gabungan yang tetap semangat melakukan penyisiran sungai banyak mendapatkan pujian warga.
Salah satunya, warga Desa Kadugede, Deni Dadawuk, Ia memuji semangat Tim ESAR yang terus gigih melakukan pencarian orang hanyut meski harus menempuh jarak puluhan kilometer menyusuri Sungai Cisanggarung.
"Salut, semangat kemanusiaan Tim ESAR patut kita contoh. Meski mereka tak mengenal korban, namun rasa kemanusiaan telah memanggil mereka untuk membantu keluarga musibah agar korban hanyut bisa segera ditemukan," ucap Demi.
Baca berita terkait:
Pencarian Eha yang Hanyut di Sungai Sisinduk Libatkan Basarnas, Hari Kedua Belum Ada Hasil
Merekam Video Air Sungai, Wanita Hanyut Terbawa Arus Sisinduk di Kuningan
Pria yang kesehariannya bekerja di bantaran Sungai Cisanggarung ini, mengaku hanya bisa mendoakan agar korban hanyut, termasuk korban sebelumnya (Abah Sarka), bisa segera ditemukan.
Seraya melafalkan doa untuk kedua korban, Deni meminta kepada Sang Khalik agar segera memberikan petunjuk kepada Tim ESAR untuk bisa menemukan korban hanyut dengan mudah.
"Semoga pencarian korban hanyut besok, Tim ESAR bisa menemukannya," ujar Deni.
Untuk diketahui, pada proses pencarian korban hanyut, Eha Siti Soleha (27 tahun), warga Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, Tim ESAR gabungan sudah melakukan pencarian selama 4 hari.
Pada hari keempat, Tim Gabungan melanjutkan pencarian dimulai dari jembatan Jembatan Cigedang – Baok, Kecamatan Ciwaru.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menyebutkan, Operasi ESAR hari keempat dilakukan dengan pembagian 2 tim air, (BPBD, Basarnas, Relawan) 2 unit river boat (11 orang) melanjutkan penyisiran dari Jembatan Gantung Cigedang - Baok Sungai Sungai Cisanggarung sampai ke Jembatan Benda.
Himbauan Kepala Pelaksana BPBD Kuningan baca di sini:
" Kemudian 2 tim (susur sungai/bantaran sungai kiri-kanan+Body Rafting), 14 orang (BPBD, Relawan) juga melakukan penyisiran dari titik Jembatan Cigedang - Baok sampai ke Jembatan Benda," terangnya.
Selain tim pencari, pada proses ESAR ini melibatkan juga tim mobilisasi yang melakukan koordinasi, supplai logistik, drop atau antar jemput, dokumentasi, dan melakukan monitoring.
"Kita sempat istirahat di sekitar Jembatan Luragung, dan melanjutkan penyisiran hingga pukul 16:00 WIB. Namun hingga Tim sampai di Jembatan Benda, survivor atau korban belum ditemukan," kata IB, sapaannya.
Pihaknya akan melakukan pencarian korban hanyut, Eha, pada Ahad (12/03) mulai pukul 08:00 WIB.
Baca juga:
Tim ESAR gabungan ini terdiri dari Basarnas Corpos Cirebon, BPBD Kuningan, kepolisian, TNI, relawan, FKPAK, komunitas pecinta alam, aparat desa dan masyarakat. (Nars)