BPBD Kuningan Tetapkan Pencarian Korban Hanyut, Kakek Sarka, Akan Dilakukan 4 Hari - Kuningan Religi

Breaking



Kamis, 23 Februari 2023

BPBD Kuningan Tetapkan Pencarian Korban Hanyut, Kakek Sarka, Akan Dilakukan 4 Hari

Para personil pencarian korban hanyut menyusuri Sungai Cisanggarung dengan perahu karet di hari kedua, Kamis (23/02)

KUNINGAN - Kepala BPBD Kuningan menetapkan proses pencarian korban, Sarka (68 tahun) warga Desa Galaherang, yang diduga hanyut di Sungai Cisanggarung akan dilakukan hingga 4 hari.


Jika selama 4 hari upaya dilakukan namun belum mendapat titik terang keberadaan korban, maka pihaknya akan melakukan koordinasi lanjutan dengan berbagai pihak untuk rencana pencarian atau keputusan selanjutnya.



Sebelumnya, Kalak BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menyatakan jika dalam 1x24 jam orang yang diduga hanyut ini belum ditemukan maka dinyatakan hilang.


"Kemungkinan besar memang hanyut terbawa arus. Karena dari barang bukti peralatan yang dibawa korban saat pergi ke kebun tertinggal di pinggir sungai," terangnya.


Pencarian dilakukan dengan penyusuran sekitar daerah aliran sungai baik di darat maupun di air.


Sedikitnya 50 petugas gabungan dari berbagai komponen ikut melakukan proses pencarian korban hanyut.


Semua petugas dan relawan dibagi peranan untuk melakukan pencarian dengan penyusuran dan pengamatan di beberapa lokasi.


"Kita juga berkoordinasi dengan petugas di pintu-pintu air agar bisa melakukan pengamatan barangkali jika benar korban hanyut dan tersangkut di sana bisa segera diinformasikan," ujar Kalak BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana di Galaherang, Kamis (23/02/2023).


Pada hari kedua, bala bantuan personil semakin bertambah, selain dari BPBD Kuningan, Basarnas, Damkar Kuningan, kepolisian, TNI, aparat desa yang dilalui aliran Sungai Cisanggarung, bantuan personil datang juga dari para relawan pegiat alam Kuningan.


Upaya pencarian, imbuhnya lagi, sudah ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah, akan dilakukan hingga pukul 16:00 WIB setiap harinya. Juga melihat situasi dan kondisi di lapangan.


"Jika kondisi memungkinkan, masih bisa dilaksanakan hingga pukul 17:00 sore. Berapa pun jarak yang ditempuh pada hari itu, proses pencarian dihentikan sementara pada pukul tersebut," katanya.


Sebaliknya, jika cuaca dan kondisi tidak memungkinkan, maka upaya pencarian pun akan dihentikan sementara.


Terpisah, Kades Galaherang, Tata Subrata, menyebutkan, korban Sarka (68 tahun) setiap harinya, memang biasa pergi ke sawah / kebun yang lokasinya ada di seberang Sungai Cisanggarung.



"Mungkin saat menyeberang ini korban terseret arus sungai yang kemarin memang sangat deras sekali," ujarnya.


Titik tempat penemuan Dingkul dan Ceret yang dibawa korban pun, sebutnya, bukan lokasi biasa orang setempat menyeberang sungai. Sehingga kemungkinan besar, korban Sarka memang menyeberang di lokasi tersebut dan terbawa arus. (Nars)