KUNINGAN - Paska ditetapkan sebagai Wakil Bupati Kuningan terpilih hasil Pilkada 2018 dengan SK KPU bernomor 86/PL.03.7- Kpt/3208/KPU-Kab/VII/2018, Muhammad Ridho Suganda mengaku memiliki banyak hal yang perlu diselesaikan untuk membenahi Kuningan ke depan.
Ditemui di sela kegiatan pleno KPU, Rabu (25/07/2018), putra mantan Bupati Kuningan, Aang Hamid Suganda ini, memiliki harapan untuk menciptakan Kuningan yang kondusif.
" Memberikan pemahaman bahwa kita telah meletakkan pondasi infrastruktur dan lain sebagainya, kemudian meneruskan pekerjaan-pekerjaan yang selama ini tertunda, " ujarnya kepada kuninganreligi.com ketika ditanya tentang program apa yang akan dilakukannya setelah nanti dilantik sebagai Wakil Bupati Kuningan.
Edo, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa ada program tahun-tahun sebelumnya yang harus diselesaikan tahun ini. Hal itu, menjadi bahan tinjauan baginya, karena posisi wakil bupati, menurutnya, sesuai dengan undang-undang adalah berperan sebagai pengawasan.
" Pengawasan di semua tingkatan, mulai dari desa/kelurahan dan kecamatan. Oleh karena itu mudah-mudahan nanti dalam satu tahun ke depan, Saya bisa melaksanakan tugas tersebut sehingga semuanya bisa berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan Pak Bupati, " papar Edo.
Dirinya juga mengharapkan ke depan ada peningkatan-peningkatan dalam sektor infrastruktur, pengembangan sumberdaya manusia, sumberdaya alam. Harapan tersebut, ucapnya, bisa dilakukan secara bertahap.
" Karena kalau dilakukan secara sekaligus kita tidak akan bisa, mengingat Kabupaten Kuningan tidak memiliki anggaran yang cukup untuk bisa melaksanakan semuanya, " jelas pria yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Kuningan Trans Energi ini.
Terkait jalannya pembangunan di desa, Edo menghimbau pada para kepala desa agar mengelola Dana Desa tidak hanya untuk kegiatan yang bersifat fisik saja.
" Karena kalau kita lihat desanya sudah tercukupi dari segi sarana infrastruktur atau fisiknya, ada pula yang harus kita perhatikan. Karena kita ingin membangun Kabupaten Kuningan yang berbasis desa, semuanya itu harus ditunjang dengan sumberdaya manusia yang siap, " tandasnya.
Oleh karena itu, lanjut mantan Ketua Karangtaruna Kota Bogor ini, dari Anggaran Desa tersebut, ke depan, harus dilaksanakan untuk pengembangan sumberdaya manusianya.
" Banyak pelatihan-pelatihan, atau bisa untuk menciptakan lapangan pekerjaan berupa BUMDes dan lain sebagainya, itu juga kan bisa dari situ. Meski dari segi fisik maupun infrastrukturnya sudah bagus, tapi masyarakatnya juga kan harus kita perhatikan, " tukasnya.(Nars)