KHAZANAH - Dalam sebuah Hadits Qudsi (Firman Allah SWT yang diriwayatkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW, tidak tercantum dalam Mushaf Al Qur'an), Alloh SWT berkata kepada Nabiyullah Musa A.S. bahwa ada dua kegelapan yang akan datang di alam lain (sesudah alam dunia).
Demikian diungkapkan Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Mubarok, Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, Ustad Mochammad Mumu Sibromalisy AM, dalam sebuah taklimnya sembari menunggu tibanya saat berbuka puasa, Jum'at (01/06/2018), di Masjid Hidaayatul Islam, Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan.
Ustad Mumu melanjutkan, Nabi Musa kemudian bertanya, " Apakah dua kegelapan tersebut wahai Allah?". Allah SWT menjawab, bahwa dua kegelapan tersebut adalah kegelapan alam kubur dan hari kiamat.

Kemudian, imbuhnya, saat tiba Hari Kiamat, saat ruh manusia dibangkitkan akan datang kegelapan yang lain yang teramat mengerikan.
Lantas, apa yang bisa menjadi penerang dari kedua kegelapan tersebut?
Ustad Mumu melanjutkan pembacaan keterangannya, Allah SWT berkata kepada Nabi Musa A.S., " Wahai Musa, ada dua buah cahaya yang akan aku berikan kepada ummat Muhammad, untuk menerangi mereka dari dua kegelapan". Nabi Musa bertanya, " Apakah kedua cahaya itu wahai Allah?"
Allah SWT berfirman: " Yakni Ramadhan dan Al Qur'an, keduanya merupakan cahaya yang akan menerangi dua kegelapan mereka pula "
Ternyata, Bulan Mulia Ramadhan dan Al Qur'an lah yang bisa menyelamatkan kita dari dua kegelapan yang mengerikan tersebut.
Sungguh beruntung orang-orang yang bisa menikmati ibadah di Bulan Suci Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan ketaqwaan kepadaNya. Dan lebih beruntung pula orang yang senantiasa mendawamkan membaca Al Qur'an, baik di Bulan Ramadhan maupun di bulan-bulan yang lainnya.
" Mari jadikan Ramadhan ini agar tidak sia-sia, Bulan Suci ini dianugerahkan Allah SWT kepada kita untuk dimuliakan dan Al Qur'an yang diturunkan di Bulan Suci ini pula, jadikan sebagai tuntunan hidup dalam setiap hembusan nafas kita, " pungkas Ustad Mumu, yang juga menantu Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Mubarok, Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, KH Ubed Badruddin Noor. (Nars)