![]() |
Petugas Damkar melakukan giat sosialisasi dan pelatihan pencegahan penyelamatan kebakaran di RSUD Linggajati Kuningan, Sabtu (21/5) |
KUNINGAN - Bahaya kebakaran dan kedaruratan bisa saja terjadi kapan saja dan dimana saja. Begitu juga di satu tempat yang ditempati banyak orang seperti pada bangunan rumah sakit.
Untuk mempersiapkan segala kemungkinan bahaya yang ditimbulkan saat terjadi kebakaran dan kedaruratan, UPT Damkar Kuningan terus berupaya memberikan pembimbingan dan pembekalan kepada masyarakat.
Agar, bilamana terjadi kebakaran, baik pengelola tempat-tempat fasilitas umum maupun masyarakat bisa tahu apa yang harus dilakukan.
Seperti yang terlihat pada simulasi dan pelatihan pencegahan, penyelamatan kebakaran dan tanggap darurat yang dilakukan Tim Damkar Kuningan di RSUD Linggajati Kuningan pada Sabtu (21/5) akhir pekan kemarin.
Sejumlah personel Damkar Kuningan memberikan pelatihan kepada para petugas di rumah sakit tersebut untuk memiliki kesiapan melakukan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran dan kedaruratan.
"Selain kesiapan tersebut, kegiatan ini juga dalam rangka persiapan RSUD Linggajati menghadapi akreditasi menuju kelulusan utama," kata Direktur RSUD Linggajati, dr H Edi Martono, saat dikonfirmasi media, Ahad (23/5).
Ia menyebutkan, saat ini RSUD Linggajati telah menyandang sebagai RS yang lulus Madya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Kedepan Kami berharap bisa terus meningkatkan pelayanan hingga bisa paripurna. Bahkan diharap bisa jadi teladan bagi rumah sakit lain dalam hal pelayanan terutama pada kesiapan menghadapi bahaya kebakaran dan kedaruratan," paparnya.
Terpisah, Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, M Khadafi Mufti berharap dengan pelatihan yang diberikan, RSUD Linggajati memiliki tim yang solid dalam upaya menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi, termasuk dalam menghadapi situasi dan kondisi saat kebakaran.
"Kita harapkan para karyawan /pegawai harus bisa saling menjaga satu sama lainnya, selain bisa menyelamatkan jiwa masing-masing, juga keberadaan pasien yang sedang dirawat serta aset-aset penting yang dimiliki rumah sakit," terangnya.
Pihaknya mengapresiasi upaya yang terus dilakukan RS Linggajati untuk memiliki Serifikat Laik Fungsi (SLF) Sistem Proteksi Kebakaran untuk bangunan gedung, yang memang jarang dimiliki oleh rumah sakit lainnya di Kabupaten Kuningan.
Dalam pelatihan tersebut, Damkar memberikan materi tentang Standarisasi Sistem Proteksi Kebakaran Aktif yang Pasif di lingkungan Rumah Sakit RSUD Linggajati Kuningan .
Kemudian dikenalkan juga Sistem Manajemen Keselamatan kerja dan proses Evakuasi /pertolongan pertama pada kecelakaan kebakaran, orang pingsan secara mandiri.
"Selain itu kita juga memberikan pengenalan dasar cara evakuasi binatang berbahaya, salah satunya Ular, Pengenalan dan penggunaan Sistem Proteksi kebakaran berupa APAR (Alat Pemadam Api Ringan) secara perseorangan dan kelompok," jelas Khadafi.
Setelah semua pelatihan yang diberikan, pihaknya mengacungkan jempol, karena secara umum para pegawai RSUD Linggajati sudah menguasai tentang penggunaan Alat Pemadam Api Ringan, mengetahui dan menguasai tehnik pertolongan pertama saat terjadi potensi bahaya kebakaran.
"Alhamdulillah juga sudah terbentuk Tim Keselamatan kerja (K3) di lingkungan kerja RSUD Linggajati dengan proses peningkatan alur yang lebih terintegrasi serta tersetruktur," ungkapnya.
Ia meminta agar kedepan tim serta kegiatan yang sudah dilakukan terus dievaluasi melalui pelatihan secara internal tentang tanggap darurat menghadapi bahaya kebakaran secara terjadwal. (Nars)